Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ma’ruf Amin: Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Masalah Global, Indonesia Termasuk

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T12:08:06Z

 

Jakarta - ketimpangan ekonomi Indonesia masih menjadi persoalan serius dalam pembangunan nasional. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menilai masalah tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga menjadi fenomena global.

Ma’ruf menyampaikan pandangan itu saat menghadiri Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Ia menyebut sistem ekonomi dunia masih berorientasi pada akumulasi kekayaan, bukan pemerataan.

Menurut Ma’ruf, kondisi tersebut mendorong konsentrasi harta pada kelompok tertentu. Akibatnya, jurang antara kelompok kaya dan masyarakat luas semakin melebar. Ia menilai situasi ini berisiko menghambat keadilan sosial dan stabilitas ekonomi.


“Sebagian kecil orang menguasai sebagian besar kekayaan, sementara mayoritas hanya menikmati sebagian kecil,” ujar Ma’ruf.


Ketimpangan Ekonomi Indonesia dan Prinsip Syariah

Ma’ruf menegaskan bahwa Islam telah meletakkan prinsip ekonomi yang adil sejak awal. Al-Qur’an, kata dia, menekankan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya. Prinsip tersebut relevan untuk menjawab ketimpangan ekonomi Indonesia saat ini.

Ia menjelaskan bahwa tujuan syariah tidak berhenti pada perlindungan kepemilikan. Syariah juga mengatur distribusi kekayaan agar berjalan adil dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.


Ekonomi Syariah sebagai Solusi Pemerataan

Ma’ruf menilai ekonomi syariah mampu menjadi pilar baru pertumbuhan nasional. Sistem ini tidak hanya mengejar pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga memperkuat keadilan dan keberkahan.


Ia menekankan pentingnya perluasan akses ekonomi bagi masyarakat. Pembiayaan syariah, penguatan UMKM, dan inklusi keuangan dinilai mampu menekan ketimpangan ekonomi Indonesia.


Ma’ruf juga mengibaratkan ekonomi syariah seperti pesantren. Pelaku ekonomi berperan sebagai sumber daya manusia. Sistem syariah menjadi nilai dasar. Para ekonom bertugas menjaga arah agar ekonomi tetap berkeadilan dan berkelanjutan.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update