Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberi manfaat ganda. Pertama, program ini memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Kedua, program ini membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi lokal di sekitar SPPG.
Menurut Lucy, pemerintah harus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar gizi. Dengan demikian, penerima manfaat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bernilai gizi seimbang. Ia menilai konsistensi kualitas menjadi kunci keberhasilan program.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM, peternak, dan petani lokal memperkuat perputaran ekonomi daerah. Bahan baku makanan dipasok dari lingkungan sekitar. Akibatnya, aktivitas produksi dan distribusi berjalan lebih efisien serta berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis dan Tata Kelola SPPG
Dalam pelaksanaannya, SPPG menerapkan tata kelola terstruktur. Kepala satuan, tenaga akuntansi, dan ahli gizi menjalankan fungsi pengawasan. Melalui sistem ini, pengelola memastikan kualitas makanan dan akuntabilitas anggaran tetap terjaga.
Sebagai contoh, Kota Surabaya menunjukkan penurunan angka stunting. Oleh karena itu, Lucy menilai Program Makan Bergizi Gratis berkontribusi pada perbaikan pemerataan gizi masyarakat.
Lebih lanjut, Lucy mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Dengan pengawasan publik, manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, pemerintah menempatkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sumber daya manusia dan kesejahteraan nasional.


