![]() |
Mubes ke-IV menjadi forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan keberlanjutan HIMA Sultra–Jakarta. Proses tersebut menjadi bagian dari regenerasi organisasi dengan mengedepankan musyawarah, demokrasi, persatuan, dan komitmen bersama.
Pandi Bastian merupakan putra daerah yang lahir dan tumbuh di Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kini, ia dipercaya mengemban amanah untuk memimpin organisasi yang menghimpun mahasiswa asal Sulawesi Tenggara di Jakarta.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjadikan HIMA Sultra–Jakarta sebagai ruang bersama bagi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan, memperkuat kaderisasi, membangun solidaritas, serta mendorong gerakan intelektual.
Latar Belakang Pendidikan
Saat ini, Pandi tengah menempuh pendidikan magister di Institut STIAMI Jakarta sejak 2025. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 2021–2025.
Pendidikan menengahnya ditempuh di SMA Negeri 1 Oheo pada 2017–2020 dan SMP Negeri 1 Oheo pada 2014–2017. Sementara itu, pendidikan dasar diselesaikannya di SD Negeri 3 Oheo pada 2008–2014.
Tantangan Kepemimpinan hingga 2028
Selama masa kepemimpinannya, Pandi dihadapkan pada sejumlah agenda organisasi, mulai dari konsolidasi internal, penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas mahasiswa, hingga mempererat hubungan antarmahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta.
HIMA Sultra–Jakarta juga diharapkan dapat memperluas komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, serta jaringan mahasiswa lainnya.
Sebagai organisasi mahasiswa yang berada di ibu kota, HIMA Sultra–Jakarta memiliki ruang untuk menyuarakan gagasan dan memperkenalkan berbagai isu serta potensi Sulawesi Tenggara dalam lingkup yang lebih luas.
Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat mendorong organisasi menjadi lebih solid, terbuka, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Selain menjadi wadah berkumpul, organisasi mahasiswa juga memiliki peran dalam membentuk kader yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
Terpilihnya Pandi juga menjadi perhatian bagi masyarakat Konawe Utara, khususnya Desa Wiwirano dan Kecamatan Oheo, yang menjadi tempat asalnya. Amanah tersebut membawa tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi, merawat persatuan mahasiswa Sulawesi Tenggara, serta mempertahankan semangat intelektual dan pengabdian.
Dengan terpilihnya Pandi Bastian sebagai Ketua Umum HIMA Sultra–Jakarta periode 2026–2028, agenda berikutnya adalah menerjemahkan amanah kepemimpinan menjadi program kerja dan kontribusi nyata bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara serta kemajuan daerah.


