Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DPR Minta Penjelasan Pemerintah soal Wacana Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T09:47:47Z

 

Jendela-fakta.com Jakarta – Wacana penerapan Bahasa Prancis sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah Indonesia mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI yang membidangi sektor pendidikan.


Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar Bahasa Prancis mulai diajarkan di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis, pada akhir Mei 2026.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait rencana tersebut.


Menurutnya, setiap kebijakan pendidikan perlu disiapkan secara matang, mulai dari aspek kurikulum, ketersediaan tenaga pengajar, hingga kesiapan pelaksanaan di lapangan.


“Penguatan kemampuan bahasa asing tentu penting, namun pelaksanaannya perlu didukung perencanaan yang jelas agar dapat berjalan efektif,” ujar Lalu, Jumat (29/5).


Ia menilai pemerintah perlu menyampaikan peta jalan (roadmap) yang jelas apabila ingin menambah bahasa asing dalam sistem pendidikan nasional.


Lalu juga menyinggung sejumlah wacana serupa yang pernah muncul sebelumnya, termasuk gagasan pengajaran Bahasa Portugis dan penguatan pembelajaran bahasa asing lainnya. Menurutnya, hingga kini publik belum melihat tindak lanjut yang komprehensif terkait rencana tersebut.


Karena itu, Komisi X DPR berencana meminta penjelasan resmi dari Kemendikdasmen dalam rapat kerja mendatang untuk mengetahui arah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.


Di sisi lain, Lalu menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dalam menghadapi perkembangan global. Namun, implementasinya harus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan nasional serta kesiapan sekolah di berbagai daerah.


Ia menyarankan agar penerapan program baru dilakukan secara bertahap apabila seluruh aspek pendukung belum siap secara merata.


“Jika kesiapan belum menyeluruh, pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap, melalui program pilihan atau diterapkan terlebih dahulu pada sekolah-sekolah tertentu,” katanya.


Sebelumnya, dalam pidatonya di Paris, Prabowo menyampaikan harapannya agar kerja sama Indonesia dan Prancis semakin berkembang, termasuk di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.


Menurut Presiden, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis.


Saat ini, Bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing utama dalam kurikulum pendidikan nasional. Pemerintah juga telah menetapkan penguatan pembelajaran Bahasa Inggris secara bertahap hingga jenjang sekolah dasar pada tahun ajaran mendatang.


Rencana pengembangan pembelajaran bahasa asing lainnya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah terkait konsep, mekanisme, dan tahapan implementasinya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update