![]() |
Aksi yang dipimpin langsung Ketua Umum GMHPS, Andi Zurhum, berlangsung memanas setelah massa mengaku tidak mendapatkan respons maupun penjelasan dari jajaran direksi BRI terkait dugaan mega-kredit bermasalah tersebut. Dalam situasi yang semakin tegang, Andi Zurhum sempat menerobos hingga ke area depan lobi Gedung BRI II sebagai bentuk protes terhadap sikap manajemen yang dinilai tertutup.
Dalam keterangan resminya, GMHPS menilai dugaan skandal tersebut sangat ironis di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Mereka menyoroti dugaan pencairan kredit jumbo kepada entitas PT Bumi Sawit Sejahtera (PT BSS) dan PT Surya Agro Lestari (PT SAL) yang disebut berpotensi menimbulkan kerugian besar terhadap keuangan negara.
“Ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan daya beli terus melemah, dugaan kredit bermasalah bernilai fantastis ini justru memperlihatkan lemahnya tata kelola di sektor perbankan nasional,” tegas Andi Zurhum dalam orasinya. (28/26).
GMHPS juga menilai pencairan kredit dalam jumlah besar tersebut patut diduga melanggar prinsip kehati-hatian (prudential banking principle) sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Menurut mereka, proses persetujuan kredit dengan nominal mencapai Rp1,7 triliun tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan dan persetujuan di level tinggi manajemen perusahaan.
Selain itu, GMHPS menyoroti pentingnya penerapan prinsip tanggung jawab direksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, tanpa tebang pilih.
Dalam tuntutannya, GMHPS mendesak Kejaksaan Agung RI untuk mengusut dugaan kasus tersebut secara menyeluruh dan transparan. Mereka juga meminta agar dugaan penyimpangan kredit tersebut tidak hanya dipandang sebagai persoalan administratif atau perdata, melainkan ditelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi.
Sebelum aksi berakhir, Andi Zurhum kembali menegaskan bahwa GMHPS akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah hukum yang jelas dari aparat penegak hukum maupun pihak terkait.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan pertanggungjawaban hukum. Aksi ini tidak berhenti hari ini, dan kami memastikan suara publik akan terus hadir mengingatkan pentingnya transparansi serta penegakan hukum,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan. Hingga demonstrasi selesai, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen BRI terkait tuntutan massa aksi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun tudingan yang disampaikan massa aksi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan sesuai kaidah jurnalistik yang berlaku.



