![]() |
Dalam rekaman tersebut, perempuan itu terdengar berteriak dalam bahasa Spanyol, “me estás lastimando” atau “kalian menyakitiku”, saat beberapa aparat mengangkat tubuhnya dan membawanya melewati jalan yang dipenuhi kendaraan polisi.
Perempuan yang mengenakan keffiyeh, simbol solidaritas untuk Palestina, terlihat terus berusaha melawan sambil berteriak ketika dibawa pergi oleh aparat keamanan.
Insiden tersebut kembali memicu perdebatan mengenai penanganan aksi solidaritas pro-Palestina di sejumlah negara Eropa, khususnya terkait penggunaan kekuatan terhadap demonstran sipil.
Di tengah meningkatnya gelombang solidaritas untuk Palestina, sejumlah demonstran menilai suara kemanusiaan justru dibalas dengan intimidasi dan tindakan represif.
Kelompok pegiat hak asasi manusia juga kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat dan hak berdemonstrasi secara damai.
Peristiwa itu menambah daftar panjang ketegangan antara aparat keamanan dan massa aksi pro-Palestina yang dalam beberapa bulan terakhir kerap terjadi di berbagai kota di Eropa.
Semoga nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan berekspresi tetap dijaga di mana pun, tanpa adanya kekerasan terhadap warga sipil yang menyampaikan aspirasi mereka.



