![]() |
| Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng |
Irma menilai masih banyak peserta didik di berbagai daerah Indonesia yang belum sepenuhnya merasakan manfaat Program MBG. Karena itu, ia berharap pemerintah memusatkan perhatian pada pemerataan distribusi program sebelum memperluas jangkauannya ke luar negeri.
Menurutnya, efektivitas Program MBG juga perlu terus dievaluasi agar tujuan utama program, seperti peningkatan kualitas gizi anak, penguatan daya tahan tubuh, serta upaya pencegahan stunting, dapat tercapai secara maksimal.
Selain aspek pelaksanaan, Irma juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan anggaran negara apabila program tersebut akan diterapkan bagi anak-anak warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.
Ia menilai pemerintah perlu memperhitungkan berbagai aspek, termasuk mekanisme pengawasan dan pelaksanaan program di negara tujuan. Menurutnya, jika kebijakan tersebut diterapkan, maka akan muncul kebutuhan serupa dari komunitas pekerja migran Indonesia di berbagai negara lainnya.
Usulan MBG untuk Sekolah Indonesia di Jeddah
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan kemungkinan penerapan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.
Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Dadan melihat langsung aktivitas belajar para siswa yang sebagian besar merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia. Ia menyebut jumlah peserta didik di sekolah tersebut mencapai lebih dari seribu orang.
Menurut Dadan, kehadiran Program MBG berpotensi memberikan manfaat bagi para siswa serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Ia juga mengungkapkan bahwa para siswa menunjukkan antusiasme terhadap program yang saat ini telah berjalan di Indonesia dan berharap dapat memperoleh manfaat yang sama.
Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dan akan terlebih dahulu disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan.
Apabila mendapat persetujuan, program tersebut berpeluang menjadi proyek percontohan yang dapat diterapkan pada komunitas pekerja migran Indonesia di negara lain dengan jumlah warga yang cukup besar.



