Notification

×

Indeks Berita

Kemenkeu Tanggapi Tuntutan Mahasiswa soal Pemborosan APBN, Sebut Evaluasi Program Terus Dilakukan

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-14T08:01:57Z

Jendela-fakta.com. Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merespons aspirasi yang disampaikan sejumlah mahasiswa terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi terhadap berbagai program prioritas terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi anggaran.


Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, mengatakan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.


“Kami tentunya sangat berterima kasih atas masukan dan aspirasi mahasiswa dan masyarakat,” ujar Deni, Sabtu (13/6/2026).


Menurutnya, pemerintah saat ini terus melakukan penyempurnaan tata kelola anggaran serta mengevaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan aparat pengawasan dan penegak hukum dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.


Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya menggelar aksi penyampaian aspirasi. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan penggunaan anggaran negara.


Di sisi lain, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN hingga Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau sekitar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa angka tersebut masih berada di bawah target defisit APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.


Meski demikian, keseimbangan primer APBN hingga Mei 2026 masih mencatat surplus sebesar Rp58,6 triliun. Pemerintah juga melaporkan pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau sekitar 37,6 persen dari target tahun 2026.


Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp1.365,4 triliun atau sekitar 35,5 persen dari total target belanja APBN tahun ini.


Pemerintah menegaskan akan terus menjaga kesehatan fiskal nasional melalui pengelolaan anggaran yang prudent, transparan, dan akuntabel guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta program pembangunan nasional.



(ag/tj)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update