![]() |
Menurut Presiden, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menyusun sistem ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat. Ia menilai pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak hanya berfokus pada capaian angka pertumbuhan semata.
Prabowo menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, termasuk generasi mendatang. Karena itu, pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan nilai tambah komoditas nasional.
Selain hilirisasi, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pembangunan ekonomi berbasis desa. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas pemerataan ekonomi.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk melalui peningkatan akses terhadap pangan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan kerja yang lebih baik.
Pemerintah saat ini disebut tengah menjalankan berbagai program transformasi ekonomi yang mencakup penguatan sektor industri berbasis sumber daya alam, pembangunan ekonomi desa, pengembangan koperasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pembangunan nasional yang berorientasi pada kepentingan rakyat, dengan tetap menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian ekonomi sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila.



