Notification

×

Indeks Berita

Puluhan Massa Aksi di Polda Sultra, Minta Kepastian Hukum Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT BBDM

Rabu, 24 Juni 2026 | 16.27.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-24T09:27:06Z

Jendela-fakta.com Kendari – Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2026). Dalam aksinya, mereka meminta kepastian hukum terkait penanganan laporan dugaan pemalsuan akta PT Bumi Buton Delta Mega (PT BBDM).


Laporan tersebut tercatat dengan Nomor STTLP/B/375/XII/2024/SPKT/Polda Sultra tertanggal 11 Desember 2024. Massa aksi menilai proses penyidikan perlu segera memberikan kejelasan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.


Ketua GMN, Irjal Ridwan, mengatakan pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan penanganan perkara tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Kasus ini telah berjalan cukup lama. Kami berharap penyidik dapat memberikan kepastian hukum sehingga masyarakat mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut,” ujar Irjal dalam orasinya.


Menurut Irjal, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian penyidik, termasuk terkait penerbitan Akta PT BBDM tahun 2024 yang, menurutnya, tidak diketahui oleh pemegang saham mayoritas yang saat itu berada dalam proses kepailitan dan diwakili oleh kurator.


Ia menilai setiap perubahan anggaran dasar perusahaan pada prinsipnya dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Selain itu, GMN juga mempertanyakan peran kurator dalam proses perubahan akta perusahaan. Menurut mereka, kewenangan kurator dalam perkara kepailitan pada dasarnya berkaitan dengan pengurusan dan pemberesan harta pailit.


Melalui aksi tersebut, GMN meminta Polda Sulawesi Tenggara terus melanjutkan proses penyidikan secara profesional serta memberikan kepastian hukum terhadap laporan yang telah diajukan.


(ag/tj)



TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update