![]() |
| Presiden Direktur Djarum Foundation, Viktor Rahmat Hartono, (dok Istimewa). |
Pengambilalihan tersebut dilakukan melalui PT Global Digital International (GDI), entitas investasi yang berada di bawah GDP Venture. Proses tersebut telah memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang saham PT Narasi Citra Sahwahita.
Informasi mengenai perubahan pengendali perusahaan diumumkan oleh Direktur PT Narasi Media Sahwahita Catharina Davy Sopamena melalui surat kabar pada Selasa (8/9/2026).
“Pengambilalihan perseroan oleh PT Global Digital International telah memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang saham perseroan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Perubahan pengendali perusahaan juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia pada 2 September 2026.
Meski demikian, pengumuman resmi tersebut belum mencantumkan nilai transaksi pengambilalihan maupun komposisi pemegang saham PT Narasi Citra Sahwahita setelah proses tersebut rampung.
PT Global Digital International merupakan bagian dari ekosistem investasi GDP Venture, perusahaan modal ventura yang terafiliasi dengan Grup Djarum.
Keterlibatan Grup Djarum dalam industri media digital bukan kali pertama dilakukan melalui GDI. Sebelumnya, entitas tersebut juga digunakan untuk berinvestasi di sejumlah perusahaan digital dan media, termasuk Kumparan.
Sementara itu, PT Narasi Citra Sahwahita didirikan pada 2018 dan menjadi perusahaan yang menaungi Narasi. Media digital tersebut didirikan oleh Dahlia Citra, Najwa Shihab, dan Catharina Davy.
Narasi kemudian tercatat dan diverifikasi oleh Dewan Pers pada 29 November 2019.
Grup Djarum sendiri telah memiliki hubungan investasi dengan Narasi sejak perusahaan tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Pada 2018, Grup Djarum menjadi salah satu investor awal bersama Go-Ventures, yang merupakan lengan investasi Gojek dan kemudian berganti nama menjadi Argor.
Kedua investor tersebut saat itu mengambil porsi saham minoritas di Narasi sebagai bagian dari pendanaan awal perusahaan.
Hubungan investasi GDI dengan Narasi kemudian berlanjut melalui pendanaan berbentuk utang.
Pada 21 Oktober 2021, GDI memberikan pinjaman kepada Narasi untuk mendukung ekspansi perusahaan. Utang tersebut kemudian dikonversikan menjadi saham sehingga meningkatkan kepemilikan Grup Djarum di perusahaan media tersebut.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Desember 2025, para pemegang saham Narasi menyetujui mekanisme konversi utang tersebut menjadi tambahan modal.
Berdasarkan keputusan RUPS, hak tagih yang sebelumnya menjadi kewajiban pembayaran dikompensasikan sebagai setoran modal atas saham. Konversi tersebut menghasilkan tambahan 28 saham Seri D dengan nilai nominal Rp28 juta sebagai bagian dari setoran saham di Narasi.
Dengan pengambilalihan terbaru oleh GDI, posisi Grup Djarum di balik perusahaan pengelola Narasi kini semakin kuat. Namun, rincian nilai transaksi dan struktur kepemilikan terbaru belum disampaikan dalam pengumuman resmi pengambilalihan.
(ag/tj)


