Notification

×

Sungai Kalimantan Surut, Kapasitas Angkut Tongkang Batu Bara Ikut Terbatas

Selasa, 08 September 2026 | 15.27.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T08:27:35Z

Jendela-fakta.com Jakarta — Kekeringan dan penurunan muka air sungai di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap aktivitas pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang.


Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang dan fenomena El Nino yang menyebabkan debit air di sejumlah sungai utama mengalami penurunan.


Direktur Eksekutif APBI Gita Maharyani mengatakan kondisi muka air sungai yang menyusut mulai memengaruhi kelancaran distribusi batu bara melalui jalur sungai.


“Secara umum, kekeringan dan penurunan muka air sungai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara,” kata Gita kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (7/9/2026).


Menurut dia, surutnya permukaan air sungai dapat membatasi draft atau kedalaman kapal tongkang yang dapat beroperasi. Kondisi tersebut membuat kapasitas muatan batu bara tidak selalu bisa digunakan secara maksimal.


“Di beberapa wilayah sungai lainnya, penurunan muka air juga dapat membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Terbatasnya kapasitas angkut melalui jalur sungai berpotensi menyebabkan peningkatan persediaan batu bara untuk sementara waktu.


Stok tersebut dapat bertambah baik di area tambang maupun di stockpile pelabuhan karena kemampuan pengiriman melalui sungai mengalami kendala.


“Kondisi ini berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan,” kata Gita.


Meski demikian, APBI menilai gangguan pada jalur logistik belum dapat secara langsung dijadikan indikator kenaikan harga batu bara.


Menurut Gita, pergerakan harga batu bara tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keseimbangan permintaan dan pasokan di pasar global.


Gangguan logistik dari Indonesia memang dapat memengaruhi sentimen pasar, tetapi kondisi tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah harga batu bara.


Dengan demikian, dampak kekeringan terhadap industri batu bara saat ini lebih terlihat pada aspek kelancaran pengangkutan dan kapasitas muatan tongkang, sementara pengaruhnya terhadap harga masih bergantung pada perkembangan pasar secara keseluruhan.

(ag/tj) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update