![]() |
Dalam waktu dekat, GMH Sultra-Jakarta akan menggelar aksi demonstrasi jilid II sebagai bentuk konsolidasi lanjutan sekaligus peringatan keras terhadap aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Gema Kreasi Perdana. Aktivitas perusahaan tersebut dinilai terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Pulau Wawonii.
Koordinator GMH Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah lanjutan menuju aksi besar yang akan digelar di sejumlah kementerian terkait di Jakarta.
Menurutnya, aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii sejak lama menuai penolakan dari masyarakat karena dianggap mengancam ruang hidup warga, merusak lingkungan, serta berdampak terhadap aktivitas nelayan dan sumber mata pencaharian masyarakat lokal.
“Pulau Wawonii adalah wilayah pulau kecil yang semestinya dilindungi dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Kami menilai pemerintah tidak boleh tutup mata terhadap kondisi yang terjadi di lapangan,” ucap Abdi Aditya. (19/05).
Selain itu, GMH Sultra-Jakarta juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pertambangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Mereka meminta pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas PT GKP.
Dalam agenda pra-aksi, massa akan melakukan konsolidasi internal, pembagian selebaran, serta menyampaikan seruan kepada publik agar turut mengawal isu penyelamatan lingkungan di Pulau Wawonii.
Adapun tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut, antara lain:
- Mendesak Kementerian ESDM RI untuk segera mengevaluasi dan membekukan aktivitas pertambangan PT Gema Kreasi Perdana (GKP).
- Mendesak pemerintah pusat untuk melindungi ekosistem Pulau Wawonii dari ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang.
- Mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap dugaan pelanggaran di wilayah pertambangan.
- Meminta pemerintah agar berpihak kepada masyarakat lokal yang terdampak aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii.
GMH Sultra-Jakarta menegaskan bahwa gerakan ini akan terus dikawal secara konsisten hingga pemerintah benar-benar mengambil langkah konkret demi keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat Pulau Wawonii.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Gema Kreasi Perdana maupun instansi pemerintah terkait belum memberikan keterangan resmi atas tuntutan dan pernyataan yang disampaikan oleh GMH Sultra-Jakarta. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.



