![]() |
Ancaman tersebut disampaikan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ali Khazarian, pada Jumat (8/5). Ia menegaskan Iran tidak akan tinggal diam jika jalur maritimnya dibatasi oleh militer AS.
“Mulai saat ini, Iran akan memberikan respons militer terhadap setiap tindakan Amerika Serikat yang berkaitan dengan blokade laut terhadap Republik Islam Iran,” ujar Khazarian, dikutip media pemerintah Iran.
Pernyataan itu muncul setelah militer Amerika Serikat melalui United States Central Command mengumumkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Jumat dini hari. Washington menyebut operasi tersebut sebagai respons atas ancaman terhadap personel militernya di kawasan.
Di sisi lain, pihak militer Iran menilai tindakan AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menyerang beberapa wilayah strategis di negaranya. Situasi itu kemudian memicu serangan balasan Iran terhadap kapal-kapal militer Amerika di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur penting perdagangan energi dunia karena sebagian besar distribusi minyak global melintasi kawasan tersebut. Gangguan keamanan di wilayah itu berpotensi memicu lonjakan harga energi dan menghambat pelayaran internasional.
Peningkatan eskalasi antara kedua negara turut memunculkan kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah. Sejumlah pengamat menilai konflik terbuka dapat memperluas ketidakstabilan geopolitik dan berdampak pada ekonomi global.



