![]() |
Menurut Presidium Pusat Alumni ISMAHI, langkah tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional, terutama di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
Presidium Pusat Alumni ISMAHI, Illank Radjab, menilai inisiatif tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Koordinasi antara lembaga-lembaga strategis negara menjadi penting untuk memastikan stabilitas pasar serta menjaga optimisme terhadap prospek perekonomian nasional,” ujar Illank dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan yang melibatkan berbagai institusi keuangan negara dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar mengenai komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, parlemen, sektor perbankan, dan lembaga keuangan lainnya diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kondisi pasar domestik.
Selain itu, Alumni ISMAHI menilai komunikasi dan kolaborasi yang terbangun melalui forum semacam itu dapat membantu memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa setiap langkah dan kebijakan yang dihasilkan harus tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang baik agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Upaya menjaga stabilitas ekonomi membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dengan koordinasi yang baik dan tata kelola yang kuat, diharapkan kepercayaan publik dan pelaku pasar dapat terus terjaga,” tambahnya.
Alumni ISMAHI berharap sinergi antara lembaga negara dan sektor keuangan dapat terus diperkuat guna mendukung ketahanan ekonomi nasional serta menjaga stabilitas pasar di tengah perkembangan ekonomi global yang dinamis.
(ag/tj)



