Notification

×

Indeks Berita

Batal Hadir di Festival Budaya Lampung Timur, Pembatalan Sepihak Jokowi Kecewakan Warga dan Tokoh Adat

Senin, 29 Juni 2026 | 03.55.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-28T20:55:55Z

Jendela-fakta.com  Lampung Timur – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh masyarakat serta tokoh adat di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Pasalnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mendadak batal menghadiri acara Festival Budaya yang digelar di Taman Wisata Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, pada Minggu (28/6). Padahal, segala persiapan matang telah dilakukan selama berminggu-minggu demi menyambut kedatangan sang mantan presiden.


Berdasarkan jadwal semula, kunjungan safari politik Jokowi di Provinsi Lampung direncanakan berlangsung selama tiga hari (26–28 Juni 2026). Festival Budaya di Lampung Timur ini seharusnya menjadi salah satu agenda utama pada hari ketiga, di mana Jokowi dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.


Antusiasme Warga Berubah Menjadi Sepi Total

Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan warga sebenarnya sudah memadati area festival bersama keluarga mereka. Berbagai pertunjukan seni budaya daerah—mulai dari adat Lampung, Bali, hingga Padang—telah disiapkan oleh panitia dan pengurus Bela Budaya Nusantara. Tidak hanya itu, agenda ini juga sedianya akan diwarnai dengan pembagian 1.000 paket sembako bantuan.


Namun, setelah warga setinggik menunggu berjam-jam di bawah terik matahari, kepastian pembatalan pun diterima. Ekspresi kekecewaan langsung terlihat di lokasi; sejumlah panitia bahkan meluapkan kekesalan dengan membuang kartu identitas (id card) kepanitiaan mereka. Lokasi wisata Randu Mas yang awalnya riuh dan ramai, sekira pukul 13.35 WIB langsung berubah sepi senyap karena warga memilih membubarkan diri.


Ungkapan Kekecewaan Tokoh Adat dan Masyarakat

Salah seorang warga Desa Sidoharjo, Sri, mengaku sangat kecewa karena dirinya bersama anak-anaknya sudah berjaga di lokasi sejak pukul 07.00 WIB demi melihat sosok Jokowi secara langsung.


"Kecewa kami. Sudah datang jauh-jauh dan lama menunggu berjam-jam, Pak Jokowi tidak jadi datang. Padahal kami tidak butuh sembako atau lainnya, kami hanya ingin melihat langsung Pak Jokowi saja," keluh Sri.


Nada serupa juga disampaikan oleh Kausar, tokoh adat Sekappung Limo Migo yang menyandang gelar Pangeran Pagar Alam. Ia menyebut pihak adat dan relawan telah bekerja keras selama kurang lebih satu bulan demi mengikuti arahan teknis dari tim persiapan Jokowi.


"Dengan tulus dan ikhlas kami menyiapkan segalanya, tapi kenyataannya Pak Jokowi batal datang di acara Kirab Budaya ini. Kami merasa dibohongi karena pembatalan ini sepihak dan tidak ada kejelasan," tegas Kausar. Ia juga menambahkan bahwa warga secara halus menolak paket sembako karena fokus utama mereka adalah kehadiran fisik beliau.


Penyelenggara Angkat Bicara dan Sampaikan Maaf

Merespons situasi tersebut, Mulyono selaku Ketua Umum Bela Budaya Nusantara langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya di hadapan para tokoh adat dan panitia setempat.


"Meski kecewa, saya mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan panitia tetap bersabar dan tidak emosional. Saya paham, karena selama tiga minggu lebih kita menyiapkan segalanya," ujar Mulyono.


Ia menegaskan bahwa kegagalan agenda ini murni di luar kendali panitia lokal, dan bukan dipicu oleh penolakan dari masyarakat setempat. Pihak perwakilan dari tim Solo (Joko Widodo) yang diwakili oleh Heru pun sempat dimintai penjelasan di lokasi, namun ia tidak dapat membeberkan alasan pasti di balik pembatalan mendadak tersebut.


Meskipun kunjungan ini batal terlaksana, warga dan panitia berharap perhatian terhadap kelestarian budaya serta situs bersejarah Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update