Notification

×

Indeks Berita

Pertamina Jelaskan Alasan Penyesuaian Harga Pertamax dan Pertamax Green

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T02:43:15Z

Jendela-fakta.com  Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.


VP Commercial and Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar energi global dan ketersediaan pasokan BBM.


Menurutnya, lonjakan harga energi dunia dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan biaya pengadaan BBM impor meningkat. Sementara itu, Pertamina sebelumnya masih mempertahankan harga jual BBM non-subsidi di dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.


“Pertamina telah menahan harga BBM non-subsidi selama beberapa bulan meskipun terjadi perubahan pada harga energi global,” ujar Sigit dalam kegiatan Sarasehan Energi di Bogor, Jawa Barat.


Ia menjelaskan bahwa selisih antara biaya pengadaan dan harga jual domestik berdampak pada kemampuan perusahaan dalam menjaga volume pasokan energi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan stok apabila tidak dilakukan penyesuaian.


Karena itu, Pertamina melakukan koordinasi dengan pemerintah sebelum memutuskan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non-subsidi guna menjaga keberlanjutan distribusi dan pasokan energi kepada masyarakat.


Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertamax (RON 92) mengalami penyesuaian menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter.


Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Harga BBM subsidi dan LPG subsidi tetap dipertahankan sesuai kebijakan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.


Pertamina menilai langkah penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pasokan energi, kondisi pasar global, dan kebutuhan konsumen di dalam negeri.

 

(ag/tj)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update