Notification

×

Indeks Berita

Sail to Indonesia 2026 Singgah di Bombana, Kampung Adat Hukaea Laea Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 04.53.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T21:53:13Z

Jendela-fakta.com Bombana – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kampung Adat Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Kamis (2/7/2026), guna meninjau kesiapan destinasi wisata budaya yang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi kunjungan peserta Sail to Indonesia 2026.


Rombongan dipimpin Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pariwisata RI, Franky, didampingi Ketua Organizer Sail to Indonesia, Raymond Timotius Lesmana. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana Andi Astri As'ad, Staf Ahli Hukum Bupati Bombana Deddy Fan Alva Slamet, Sekretaris Dinas Pariwisata Sarwana Amir, serta Kasubag Perencanaan Ridwan Nurdin.


Kedatangan rombongan disambut dengan prosesi adat khas Suku Moronene yang dipimpin Kepala Kampung Adat Hukaea Laea, Mansur Lababa, bersama masyarakat adat setempat. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang hingga kini masih dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat Moronene.


Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Sail to Indonesia 2026. Kabupaten Bombana menjadi salah satu dari empat daerah di Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan menjadi lokasi persinggahan peserta, bersama Kabupaten Wakatobi, Buton Selatan, dan Muna Barat.


Mansur Lababa mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan Kampung Adat Hukaea Laea sebagai destinasi wisata budaya yang akan diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara.


"Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi masyarakat adat Hukaea Laea sekaligus meninjau potensi wisata budaya yang dimiliki. Sesuai rencana, pada akhir Agustus 2026 para peserta Sail to Indonesia akan berkunjung ke kampung adat ini," ujarnya.


Menurut Mansur, keunikan Kampung Adat Hukaea Laea terletak pada masih terjaganya nilai-nilai budaya Suku Moronene yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai tradisi adat, seperti Montewehi Wonua dan Mewusoi, hingga kini masih rutin dilaksanakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.


Dalam agenda Sail to Indonesia 2026, sekitar 60 kapal layar yang membawa peserta dari sekitar 60 negara dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Ferry Bombana pada akhir Agustus mendatang. Para peserta merupakan pelaut sekaligus wisatawan internasional yang berlayar mengelilingi dunia dan singgah di berbagai destinasi wisata Indonesia.


Selama berada di Bombana, para peserta akan diajak mengunjungi sejumlah objek wisata unggulan, di antaranya penangkaran rusa, kawasan konservasi anoa di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, serta berbagai destinasi wisata alam dan budaya lainnya, termasuk Kampung Adat Hukaea Laea.


Sebagai bentuk persiapan menyambut tamu mancanegara, masyarakat adat Hukaea Laea juga akan menampilkan berbagai atraksi budaya. Selain prosesi penyambutan adat, para wisatawan akan diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat Moronene, rumah adat, tradisi Montewehi Wonua dan Mewusoi, serta beragam kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.


Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat promosi pariwisata budaya Kabupaten Bombana di tingkat internasional, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update